Berdasarkan pertimbangan diatas, pemilihan strategi penyedia jaringan oleh pengambil keputusan dalam perusahaan apakah akan menggunakan strategi single vendor atau multi vendor merupakan sesuatu hal yang harus dipikirkan secara matang karena akan berpengaruh pada kinerja perusahaan itu sendiri karena semua ini menentukan terhadap desain, pemasangan, manajemen, dan pemeliharaan solusi jaringan end-to-end, termasuk migrasi ke teknologi generasi mendatang. Adapun hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih diantaranya masalah kualitas produk yang disediakan vendor, fitur-fitur yang dimiliki / kemampuan produk, kompatibilitas, biaya, dukungan dan garansi.
Masing-masing pilihan strategi baik single maupun multi vendor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan utama single vendor adalah pengelolaan produk yang lebih mudah dipahami dan ditangani karena hanya terdiri dari satu jenis perangkat dari satu vendor saja namun penggunaan satu perangkat dari single vendor ini, yang juga dikenal dengan istilah mono culture juga memiliki beberapa kelemahannya diantaranya adalah rentan virus atau bug, dari sini terlihat bahwa strategi single vendor lemah dari sisi keamanan jaringan (network security). Selain itu permasalahan yang dijumpai adalah single vendor bersifat kurang open dan proprietary sehingga kita cenderung tergantung oleh vendor tersebut sehingga jika terjadi masalah dengan jaringan maka mau tidak mau kita harus meminta bantuan kepada vendor penyedia tersebut sehingga dari segi biaya akan mahal dan kemampuan administrator kita tidak akan bisa maju dengan vendor yang bersifat kurang open tersebut.
Kelebihan strategi jaringan multi vendor
Tidak seperti strategi single vendor yang mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan satu perangkat dari satu vendor, strategi jaringan multi vendor memberikan kebebasan bagi perusahaan untuk memilih. Strategi perusahaan dibangun berdasarkan solusi berbasis open standards yang sesuai dengan visi bisnis, evolusi jaringan dan inovasi kompetitif yang terbaik. Strategi jaringan multi vendor mendukung ide untuk menyesuaikan strategi infrastruktur perusahaan dengan permintaan bisnis, organisasi harus bebas untuk memilih solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan berdasarkan open standards.
Dengan jaringan yang telah menjadi komponen vital dari keseluruhan strategi bisnis, perusahaan tidak bisa dipaksa untuk mengorbankan salah satu area dari jaringan karena adanya keterbatasan portofolio produk dari single vendor.
Dapat disimpulkan beberapa kelebihan dari multi vendor adalah sebagai berikut:
- Ketergantungan dengan salah satu vendor tidak terlalu kuat, karena banyak pilihan-pilihan, sehingga “bargaining position” user lebih kuat dibandingkan dengan satu vendor.
- Biasanya tiap-tiap vendor punya keunggulan-keunggulan dalam salah satu sisi karena biasanya vendor-vendor tertentu mempunyai sasaran/target pasar yang spesifik pula.
- Jika sistem yang ada mengalami error / failure atau terkena virus, maka dapat berpindah ke sistem dari vendor lain
- Produk yang dihasilkan oleh multi vendor sangat fleksibel, murah, banyak variasi/inovasinya dan memiliki unjuk kerja yang sangat tinggi
- Fleksibel memungkinkan kita dapat memilih vendor mana yang akan kita pilih tanpa bergantung hanya dengan satu vendor, dengan demikian persaingan hargapun sangat kompetitif sehingga harga yang kita peroleh akan lebih murah
- Variasi dan inovasi untuk berbagai produk juga beragam sehingga kita dapat memilih produk yang lebih baik dan harga yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.
- Dari segi software, program yang kita jalankan dapat berjalan di berbagai platform operating system, sehingga kita tidak perlu harus mengganti operating system yang ada, dengan demikian akan mengeluarkan biaya yang cukup rendah.
Disamping itu dengan adanya teknologi baru baik operating system, switching, maupun protocol, multi vendor dapat mendukung seluruh infrastruktur yang ada sehingga dapat menghemat biaya.
Sedangkan kelemahan atau masalah yang sering dijumpai pada multi vendor adalah lebih banyak sistem atau perangkat yang harus dimengerti dan masalah interoperabilitas antar vendor yang lebih sulit ditangani.
Berdasarkan beberapa analisis kelebihan dari multi vendor diatas maka saya lebih cenderung untuk menggunakan strategi jaringan multi vendor terutama dari sisi keamanan jaringan (network security) yang lebih terjamin dibandingkan single vendor. Mengenai masalah banyaknya sistem atau perangkat yang harus dimengerti dalam multi vendor dapat diatasi dengan terus belajar dan mengembangkan pengetahuan kita terhadap perkembangan teknologi yang kita pakai sehingga kita bisa mengoptimalkan segala produk yang kita gunakan.
Daftar Pustaka
- Budi Rahardjo,”Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet,” PT Insan Infonesia -Bandung dan PT INDOCISC - Jakarta, 1998-2005.
- Foundry Network, Inc. in United States and other countries,“Leveraging the Advantages of a Multi-vendor Network Strategy,” September 2008. http://www.foundrynet.com/pdf/wp-advantages-multi-vendor-network.pdf
- Kartika, ”Single Vendor Multi Vendor,” http://www.geocities.com/kartika_wd/vendor.htm
- Lea070707,”Single Vendor versus Multi Vendor,”17 September 2007. http://lea070707.wordpress.com/2007/09/17/single-vendor-versus-multi-vendor/
Y. Wahyu Sukmono Jati
NIM. 23208081